Senin, 20 Oktober 2014

Omset Rp2,5 Juta per bulan dari kuliner sate padang


Awalnya Saya tidak sengaja membuka usaha kuliner sate padang. 
Di sinilah awal kehidupanku berkembang meski modal awal dari nol. Setelah sekian lama di Martapura saya pun membaca peluang usaha.
 


Saat datang ke sini, tidak ada warung sate padang. Untuk itulah dengan bantuan teman-teman membuka usaha ini kecil-kecilan. Dan Alhamdulillah banyak yang suka.


Kalau ketupat sayur ini sekitar 100 porsi habis. Berbeda dengan ketupat sayur biasanya, ketupat sayur khas Padang ini menonjolkan kuahnya yang terdiri dari daging sapi cincang ditambah dengan sayuran nangka muda dan kacang buncis. 

Sampai sekarang saya belum berniat pulang kampung. Namun, niat kuatnya kembali ke Padang setelah saya benar-benar berhasil. Meski kini saya memperoleh omzet yang lumayan dari penjualan sate padang dan ketupat sayur yakni sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta per bulan.
 


Sebetulnya memasak bukan hobi saya, karena saya hobi di musik. Namun karena tuntutan untuk keluarga mau tidak mau saya harus belajar. Makanya dengan bantuan teman-teman dan keluarga yang mendukung penuh, saya harus bisa menjalani usaha ini.

Minggu, 19 Oktober 2014

Nasi goreng


Menyantap nasi goreng ini, anda akan merasa seperti mendengarkan sepiring cerita tentang akulturasi Jawa Cina. Jenis masakan nasi goreng sendiri misalnya, sebenarnya berasal dari daratan Cina yang kemudian 'bermigrasi' ke Indonesia. Mulanya, nasi goreng muncul dari tradisi bangsa Cina yang tak ingin membuang nasi sisa, sehingga nasi tersebut diolah dengan bumbu-bumbu yang tersedia, seperti bawang merah, bawang putih dan kecap. Ketika bangsa Cina mulai berdatangan ke Indonesia, masakan itu pun mulai dikenal oleh warga negara Indonesia dan berangsur menjadi satu dengan masakan Indonesia sendiri.

Bukti akulturasinya adalah adanya berbagai variasi nasi goreng, mulai nasi goreng ayam, nasi goreng sea food, nasi goreng kambing, bahkan nasi goreng pete yang notabene bumbu khas Indonesia. Rasanya pun bermacam-macam, ada yang lebih menonjolkan citarasa bawang putih, ada pula yang menonjolkan citarasa bahan tambahannya, misalnya ayam.

Bicara tentang kecap sebagai salah satu bumbunya, itu pun menyimpan cerita tentang penyesuaian bangsa Cina ketika tinggal di Jawa. Kecap, sebenarnya bernama kie tjap, dibuat dari sari ikan yang difermentasikan. Ketika bangsa Cina tinggal di Jawa dan menemukan bahwa kedelai lebih murah dibandingkan ikan, bahan baku pembuatan kie tjap pun diubah menjadi dari kedelai. Akibatnya, kie tjap pun tidak lagi memiliki citarasa ikan, tetapi hanya berasa manis untuk kecap manis, begitu pula nasi goreng. Citarasa bawang putih yang sangat kuat pun juga menjadi ciri masakan-masakan yang berasal dari Cina.

Meski akibat akulturasi itu terdapat banyak sekali nasi goreng di hampir setiap sudut gang, Nasi Goreng Beringharjo tetap memiliki kekhasan. Proses memasak misalnya, tak seperti nasi goreng lain yang memasak dalam jumlah kecil. Sekali masak, penjual bisa menuangkan nasi sebanyak setengah bakul di wajan super besar yang telah diisi oleh bumbu khusus. Disebut bumbu khusus karena ia tak lagi meracik di tempat penjualan, tetapi sudah dalam bentuk campuran yang siap untuk melezatkan nasi goreng.

Daging ayam atau babi ditambahkan pada saat nasi goreng telah ditaruh dalam piring. Selain itu, ditambahkan pula beberapa iris tomat, kol, daun seledri, telur dadar bulat dan acar sebagai pelengkap. Karena lezat, banyak pengunjung memesan nasi dalam porsi yang lebih besar, mulai dari 1,5 hingga 2 porsi langsung untuk satu orang.

Rasa nasi goreng ini bisa dikatakan pas, tak terlalu manis juga tidak terlalu asin. Aroma bawang putihnya tak begitu kuat namun tetap terasa. Nah, bagaimana, tertarik mencicipinya? Selain nasi goreng, tersedia juga bakmi dan bihun serta babi kecap yang tak kalah nikmat.

Rendang

Tidak kalah dengan Sate, rendang juga merupakan sebuah makanan Indonesia yang tersohor di luar negeri. Makanan ini merupakan makanan yang berasal dari Padang. Menjamurnya rumah makan padang sekarang ini dengan menghidangkan menu utama rendang membuat berita luar negri menyampaikan bahwa masakan padang adalah salah satu masakan paling enak di dunia.
Catatan mengenai rendang sebagai kuliner tradisional Minang mulai ditulis secara massif pada awal abad ke-19. Namun, menurut sejarawan dari Universitas Andalas, Padang, Gusti Asnan, rendang patut diduga telah ada sejak abad ke-16.
Ia menjelaskan beberapa literatur yang tertulis di abad ke-19 menyatakan, masyarakat Minang di wilayah darek (darat) biasa melakukan perjalanan menuju Selat Malaka hingga ke Singapura yang makan waktu sekitar satu bulan melewati sungai. Karena sepanjang perjalanan tidak ada perkampungan, para perantau menyiapkan bekal makanan yang tahan lama, yaitu rendang. 
Rendang ini adalah makanan berupa masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat.